Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Gangguan Menstruasi
Abstract
Masalah kependudukan merupakan masalah yang terjadi di Negara maju dan Negara berkembang. Tingginya jumlah penduduk yang semakin pesat juga mempengaruhi laju pertumbuhan. Peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat, Indonesia mengupayan suatu program keluarga berencana. Adapun jenis KB yang paling banyak diminati oleh masayarkat yaitu KB suntik. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan terhadap gangguan menstruasi di Puskesmas Pembantu Tamanayu, Puskesmas Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian deskripstif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yaitu seluruh pengguna akseptop KB suntik 3 bulan di Puskesmas Pembantu Tamanayu sebanyak 30 akseptor. Jumlah sampel sebanyak 30 akseptor ditentukan dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar pengguna akseptor KB suntik 3 bulan mengalami gangguan menstruasi amenore sebanyak 15 orang (50%). Hasil analisis statistik menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p=0,047 < α=0,05, artinya signifikan atau Ho ditolak. Ada pengaruh penggunaan KB suntik 3 bulan terhadap gangguan menstruasi. Progesterone yang terdapat didalam DMPA menekan LH sehingga endometrium menjadi lebih dangkal, atrofis dengan kelenjar-kelenjar yang tidak aktif dan menyebabkan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi amenorea merupakan salah satu gangguan menstruasi. Kesimpulannya ada pengaruh penggunaan KB suntik 3 bulan terhadap gangguan menstruasi di Puskesmas Pembantu Tamanayu Puskesmas Pronojiwo Kabupaten Lumajang.